Pulkam Countdown: H-1

Sudah sehari sebelum berangkat pulang ke kampung halaman. Ketika yang lain sudah pada merasakan nikmatnya masakan rumah atau sekedar menginjakkan kaki di rumah masing-masing, saya masih duduk manis didepan laptop di sekre ARC dengan YM menyala dan beberapa orang menanyakan hal yang sama lewat YM:

(07:47:50 PM) bhebhebhe bu dosen: Gag pulang lw wo?

(10:29:52 PM) wahzhoe: Rak muleh kon?

(10:33:33 PM) imam116: Wo. Lu ga mudik

(11:27:54 PM) go_go_yaka: kapan balek le..

(11:28:54 PM) snoopeak: Wes mudik?

Dan jawabannya pun sama: pulangnya nanti hari minggu sore…

Apa boleh buat, dapat tiket itu yang ini saja sudah beruntung. Bayangkan kalau harus bangun pagi-pagi jam 4 antri tiket di stasiun Bandung cuma untuk mendengar kata-kata ‘tiket Mutiara Selatan untuk tanggal 28 sudah habis’. Loket dibuka jam 7.00 dan jam 7.30 tiket sudah habis.

Tapi ternyata Tuhan tidak mau membiarkan kami berlama-lama di Bandung. Saya (dan Iwan dan teman-teman lain dari Madiun dan sekitarnya) akhirnya dapat tiket juga. Walaupun cuma dapat 8 tiket dari target 16 tiket. Yang lain terpaksa mencari tiket selain tanggal 28 atau selain kereta Mutiara Selatan.

Akibatnya adalah sampai saat ini saya masih berada di kampus tercinta ITB dan saya tidak bisa ikut buka bareng teman-teman saya SMA yang diadakan tanggal 28, pas dengan tanggal keberangkatan saya. Tapi pulang lebih lama tidak sepenuhnya buruk. Waktu untuk menyiapkan ‘perbekalan’ untuk pulang jadi lebih panjang😀. Selain itu, saya dan Haris juga sempat dapat rejeki nomplok pas ‘nyekre’ di ARC. Apa itu? Ini saya kasih skrinsyutnya:

Lumayan…