Superhandycam

Superhandycam?

Harganya belasan juta?
Nggak mahal-mahal kok, dulu dua juta nggak sampai.
Resolusi HDV?
Bukan, cuma 720×576.
Pakai kaset DV kan?
Salah, masih pake kaset Video 8.
Berarti sudah digital?
Belum, masih analog.
Bentuknya kecil dan enteng?
Gak juga.
Masih baru ya?
Belinya tahun 1997 kok.
Batreinya tahan lama?
Mungkin…

Walaupun harganya ‘cuma’ dua juta, umur 10 tahun lebih, masih analog, pakai kaset Video 8, ukuran gede, pernah jatuh, dll bla bla bla,
handycam ini adalah handycam kebanggaan saya.

Seperti apa sih handycamnya?
Silakan dilihat sendiri…

handycam.jpg

Jangan lihat handycamnya, tapi lihat tas oranye dan botol obat yang menempel di tas.
Isinya narkoba ya?? Huss, jangan ngawur…

Ceritanya, pada tahun 2005 saja jadi panitia pentas seni di sekolah. Saya kebagian jadi seksi dokumentasi (baca: tukang jepret, tukang shooting, dll).

Saya jadi teringat kalau di rumah ada handycam nganggur. Akhirnya saya bilang ke bapak saya kalau saya mau pakai handycam itu. Kata bapak sih boleh-boleh saja, tapi batreinya sudah agak soak (faktor usia kali ya?).

Kemudian saya usul: Bagaimana kalau disambung dengan aki? Bapak saya memang pernah punya inisiatif untuk menyambung handycam dengan aki, namun sampai saat itu belum terwujud. Beliau akhirnya menyetujui. Saya pun segera membeli komponen yang diperlukan.

Aki 6 volt dua buah
Diode
IC 7808
Transistor 2SC2922
Capit boyo
Kabel
Sekring
dll.

Akhirnya dengan bantuan bapak saya jadilah rangkaian seperti ini:

handycam-rangkaian.jpg

Sekarang handycam ini bisa tahan lebih dari 5 jam tanpa isi ulang aki.
Di tempat ramai, handycam ini dapat menarik perhatian banyak orang, terutama SATPAM. Dulu pas pentas seni tahun 2005 saya pergi ke Sri Ratu Madiun dengan teman saya. Pada waktu itu saya membawa ‘amunisi’ lengkap yaitu handycam dan tas oranye. Ceritanya mau beli batrei AA untuk keperluan pentas seni. Teman saya masuk ke supermarket, sedangkan saya menunggu di dekat kasir. Pada saat menunggu, saya merasa ada seseorang yang memperhatikan saya. Nampaknya Pak Satpam penasaran dengan apa yang saya bawa. Ya wajar lah, lha saya bawa tas yang dililit oleh kabel-kabel. Saya cuek saja, wong saya tidak merasa bersalah. Tapi kok Pak Satpam malah menghampiri saya.

Waduh, dikira bawa bom kali ya…