Fotografi

Saya sempat (dan masih) tertarik pada bidang yang satu ini. Entah kenapa, padahal dulu saya juga tidak begitu suka memotret. Namun sejak saya punya kamera digital, minat memotret saya jadi tinggi.

Mulailah saya menggeluti dunia fotografi dengan cara saya sendiri, walaupun masih amatir tir tir tir. Saya pernah punya kamera Kodak DX4330, kemudian Canon PowerShot A85. Tapi sayangnya mereka semua sudah almarhum (hiks…). Sekarang yang tersisa tinggal handycam jadul.

Saya tidak pernah mengenal teknik-teknik memotret. Yang saya tahu hanyalah bagaimana foto hasil jepretan saya enak dilihat, paling tidak oleh saya sendiri. Oleh karena itu, banyak dari foto-foto saya diperoleh dengan cara trial and error karena tidak tahu ilmunya.

Sampai sekitar akhir 2006, sudah terkumpul sekitar 5000 file foto. Terlalu banyak? Mungkin. Sebagian besar teman-teman saya yang melihat hasil jepretan saya berkomentar kalau foto saya gak nggenah. Maklum, karena saya suka mengambil foto kejadian unik atau orang yang tidak sadar kalau saya sedang ambil gambarnya. Saya juga suka memotret dengan jarak dekat. Kalau tidak salah istilahnya ‘makro’.
Sudah banyak pengalaman (buruk) yang saya dapatkan dengan adanya kamera atau handycam di tangan saya. Mulai diprotes teman, bikin geger sekolah, disemprot pak polisi, ditegur pak satpam, sampai dapat bogem dari teman sendiri waktu perpisahan SMA.

Bagaimanapun juga, potret-potret itu telah membantu melengkapi frame-frame kehidupan saya yang kosong.

Kok jadi kangen motret ya…
Sudah 2 tahun tidak motret. Sayang saya sudah tidak punya kamera lagi. Kalau ada yang rela memberikan kameranya kepada saya, atau minimal mau menjual ke saya dengan harga yang murah, pasti akan saya terima dengan senang hati. Hehehe. Atau barangkali yang sedang baca mau nyumbang?😛