Feeds:
Tulisan
Komentar

Karena saya males ngedit lagi, saya kopaskan saja dari postingan saya di forum…

ini pengalaman awa sama temen2 nginstal di 3 kompie yang berbeda

kompi 1:
Prosesor: AMD Athlon 64 3200+
RAM: 2 GB DDR800 (2×1GB)
Mainboard: ECS nForce4M-A rev 3.0
GPU: nVidia GeForce 7300GT 256MB
Network Interface: (1) nVidia nForce 10/100 Mbps LAN (onboard) (2) Realtek RTL8139 (PCI)
Audio Chip: (1) ALC655 (onboard, awa disable) (2) CMedia 8738 (PCI)

Konfigurasi HDD:
Primary Master IDE: Lite-On Combo SOHC-5235K
Primary Slave IDE: ada HDD-nya
Secondary Master IDE: ada HDD-nya
Secondary Slave IDE: ada HDD-nya
SATA 0: ada HDD-nya
SATA 1: ada HDD-nya
SATA 2: kosong
SATA 3: ada HDD-nya
jadi ada 6 HDD + 1 ODD di kompi awa

Keyboard + Mouse pake PS/2

Bisa jalan lancar pake distro iPC 10.5.6.
Package/driver yang dipilih:
- Kernel: Voodoo kernel 9.5.0
- Video: Natit (tapi akhirnya gak kepake)
- Chipset: AppleNForceATA
- Audio: Azalia Audio
- Ethernet: nForce LAN + Realtek LAN
- Patch/fix: Seatbelt, Shutdown/restart fix, PS/2 Mouse fix

Mac OSnya diinstal di HDD Primary Slave IDE.
Proses instal cepet, kurang dari 15 menit.

Hasilnya,
audio yang ALC kedetek, tapi yang CMedia kagak.

Video belum kedetek bener, harus instal driver nvkush dulu biar hardware accelerated

kompi yang lainnya dijelasin nanti dulu.
tapi karena 3 kompi yang diinstal itu sama2 AMD,
sebagian besar pilihan package/driver yang diinstal sama
paling yang beda bagian chipset, audio, sama ethernet

Update BIOS Menggunakan WinFlash

Karena banyak pertanyaan tentang bagaimana cara mengupdate BIOS, saya bikinkan langkah-langkah dan beberapa skrinsyutnya.

1. Buka file program WinFlash. Kalau belum punya, silakan download dari paket BIOS Acer Aspire 4530 v1.3331 dan ekstrak file WINFLASH.ZIP.
flash1

2. Masukkan nama file BIOS yang baru di bagian ‘Specify new BIOS file:’ dan nama file backup untuk BIOS yang sekarang terpasang di bagian ‘Specify backup file for existing BIOS:’.
flash2

3. Kalau file-filenya sudah lengkap, langsung klik ‘Flash BIOS’. Akan keluar kotak peringatan semacam ini.
flash3

4. Pastikan Anda mematuhi peringatan di atas saat mem-flash BIOS. Kalau sudah siap lahir batin, langsung klik OK. Tunggu beberapa menit sambil berdoa supaya tidak terjadi hal yang aneh-aneh saat proses flash berlangsung :D .

(update 07-12-08)

Beberapa masalah dialami oleh pengguna Acer Aspire 4530 dengan BIOS versi pra 1.3331. Masalah yang sering terjadi yang juga saya alami adalah ter-reset-nya settingan BIOS menjadi settingan default saat batrei laptop dilepas dan dipasang lagi. Masalah tersebut ternyata hilang dengan di-update-nya BIOS ke versi 1.3331 (setidaknya pada kasus saya hal ini berhasil). Kalau kebetulan Anda juga mendapat masalah yang sama, postingan ini adalah awal yang tepat untuk mengatasi masalah Anda…

BIOS v1.3331

Download di sini

BIOS v1.3333

Download di sini

BIOS v1.3334

Download di sini

BIOS v1.3335

Download di sini

* Catatan: Versi 1.3333 yang saya dapatkan hanya berupa file BIOS-nya saja. Tidak ada program WinFlash, file release notes, atau file-file lain seperti pada paket BIOS v1.3331.

DISCLAIMER

Proses update BIOS bukan proses main-main. Kalau Anda tidak benar-benar mengerti file apa yang sedang anda download atau apa yang akan Anda lakukan selanjutnya sebaiknya Anda berhenti di sini daripada nanti stres karena laptop Anda tidak mau menyala *bukan bermaksud menakut-takuti. Kalau Anda tidak terbiasa meng-update BIOS sebaiknya bawa laptop Anda ke service center Acer terdekat dan minta tolong petugas di sana, gratis kok. Saya sebagai penyedia link tidak bertanggung jawab atas segala macam bentuk kerusakan akibat penggunaan file-file di atas.

Damen

Sampeyan tau damen?

Kalau sampeyan berasal dari wilayah yang sama dengan saya, pasti tau apa itu damen. Tapi kalau sampeyan belum tau, damen itu adalah sesuatu yang ada di header image blog ini sekarang. Ya, damen adalah jerami.

Setelah bosan dengan gambar jalan dengan lampu di kanan-kirinya, akhirnya saya putuskan untuk mengganti gambar jalan dengan gambar damen. Mengapa saya pilih damen?

Karena hanya gambar damen-lah yang saat ini siap untuk di-edit dan di-upload.

Karena sebelumnya saya mau pasang gambar bunga yang ditanam di tegalan rumah saya dan ternyata gambar bunganya kegedean.

Karena kalau saya lihat wujud damen saya jadi teringat kampung halaman. Sekedar informasi, di belakang, samping kanan, samping kiri, dan kadang-kadang di depan rumah saya, kalau musim panen padi, selalu menumpuk apa itu yang namanya damen. *dan kadang-kadang bikin gatal…

Sebenarnya pengen pasang foto ulat (di tegalan belakang rumah juga), tapi kapan-kapan saja ah…

*ah, postingan nda penting…

Pulkam Countdown: H-1

Sudah sehari sebelum berangkat pulang ke kampung halaman. Ketika yang lain sudah pada merasakan nikmatnya masakan rumah atau sekedar menginjakkan kaki di rumah masing-masing, saya masih duduk manis didepan laptop di sekre ARC dengan YM menyala dan beberapa orang menanyakan hal yang sama lewat YM:

(07:47:50 PM) bhebhebhe bu dosen: Gag pulang lw wo?

(10:29:52 PM) wahzhoe: Rak muleh kon?

(10:33:33 PM) imam116: Wo. Lu ga mudik

(11:27:54 PM) go_go_yaka: kapan balek le..

(11:28:54 PM) snoopeak: Wes mudik?

Dan jawabannya pun sama: pulangnya nanti hari minggu sore…

Apa boleh buat, dapat tiket itu yang ini saja sudah beruntung. Bayangkan kalau harus bangun pagi-pagi jam 4 antri tiket di stasiun Bandung cuma untuk mendengar kata-kata ‘tiket Mutiara Selatan untuk tanggal 28 sudah habis’. Loket dibuka jam 7.00 dan jam 7.30 tiket sudah habis.

Tapi ternyata Tuhan tidak mau membiarkan kami berlama-lama di Bandung. Saya (dan Iwan dan teman-teman lain dari Madiun dan sekitarnya) akhirnya dapat tiket juga. Walaupun cuma dapat 8 tiket dari target 16 tiket. Yang lain terpaksa mencari tiket selain tanggal 28 atau selain kereta Mutiara Selatan.

Akibatnya adalah sampai saat ini saya masih berada di kampus tercinta ITB dan saya tidak bisa ikut buka bareng teman-teman saya SMA yang diadakan tanggal 28, pas dengan tanggal keberangkatan saya. Tapi pulang lebih lama tidak sepenuhnya buruk. Waktu untuk menyiapkan ‘perbekalan’ untuk pulang jadi lebih panjang :D . Selain itu, saya dan Haris juga sempat dapat rejeki nomplok pas ‘nyekre’ di ARC. Apa itu? Ini saya kasih skrinsyutnya:

pizzagratis@arc.itb.ac.id
pizzagratis@arc.itb.ac.id

Lumayan…

Kemarin iseng-iseng nginstal Leopard 1.5.2 di Acer Aspire 4520. DVD installer yang saya pake adalah Leo4all v3. Log kasar instalasinya kira-kira seperti ini:

1. Boot lewat DVD nda usah pake option macem-macem, tunggu sampe keluar GUI-nya.

2. Pilih bahasa yang dipake, mau pilih Jepang monggo, Perancis juga boleh, tapi saya milih Inggris saja.

3. Kalo muncul dialog EULA, langsung setuju aja. Kalau mau dibaca juga nda apa-apa.

4. Pilih drive mana yang mau diisi Leopard [dengan asumsi sudah ada partisi HFS].

5. Langsung instal tanpa Customize.

6. Nda usah pake disc integrity check. Di skip saja.

7. Tunggu sampe instalasinya beres.

8. Kalau sudah beres, sekarang boot lewat HDD [atau dari mana saja tempat Leopard-nya diinstal].

9. Apple Mac OS X Leopard sudah terinstal di laptop dan siap dipakai.

Udah, gitu aja.

 

Kompatibilitas hardware:

Terdeteksi:

AMD Turion 64×2 TL-59

NVIDIA GeForce 7000M (resolusi cuma 1024×768, tanpa QE)

USB Controller

FireWire (terdeteksi tapi belum dicoba)

Bluetooth

Touchpad (terdeteksi tapi nda bisa tap)

dll. (lupa)

 

Tidak terdeteksi:

DVD-RW (tp buat nginstal bisa, aneh…)

Wired LAN

Wireless LAN

Audio

dll. (lupa juga)

Supaya saat instal ports FreeBSD nda perlu ngambil filenya dari luar jaringan ITB, di /etc/make.conf ditambah setting ini:

MASTER_SITE_OVERRIDE=ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/distfiles/${DIST_SUBDIR}/

Kalau misalnya mau ambil dari luar, pake setting ini:

FETCH_ENV=ftp_proxy=http://useridai3:password@cache.itb.ac.id:8080/
FETCH_ENV=http_proxy=http://useridai3:password@cache.itb.ac.id:8080/

Windows XP dan BCDEDIT

Keadaan awal: Windows Vista terinstal.

Yang dilakukan: Menginstal Windows XP untuk dual-boot.

Kasus: Bootloader Windows Vista menghilang setelah menginstal Windows XP. 

Solusi:

Jalankan DVD setup Vista, kemudian pilih repair, terus pilih yang terkait dengan startup. Setelah itu _seharusnya_ bootloader Vista sudah kembali lagi.

Masalah baru: Pilihan Windows XP tidak muncul di boot selector. 
Solusi: Pertama-tama, buka command prompt di Vista. Ketikkan perintah-perintah berikut:

>bcdedit /create {ntldr} 
>bcdedit /set {ntldr} device boot 
>bcdedit /set {ntldr} path \ntldr 
>bcdedit /set {ntldr} description “Windows XP” 

Sampai tahap ini, boot entry sudah dibuat. Tinggal langkah terakhir supaya pilihan “Windows XP” bisa dilihat di boot selector.

>bcdedit /displayorder {ntldr} /addlast

Selesai, dan Windows XP _seharusnya_ sudah bisa di-boot.

Catatan: Solusi di atas mungkin tidak dapat diterapkan untuk semua permasalahan. Resiko tanggung sendiri. Penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi jika pembaca mengikuti instruksi di atas.

Pernah bingung mau nge-LAN rame-rame main CS tapi ternyata ndak bisa konek ke server? Coba matikan firewallnya. Atau kalau ndak mau matiin firewall, masukkan

cstrike.exe

ke dalam exception list di dialog Windows Firewall Settings. Barusan main pake cara ini.

Oiya, CS yang saya pake ini CS ARC 1.5.

Bandung hujan, euy!

Heran juga…

Tadi abis maghriban di CC timur tiba-tiba turun gerimis. Halah, paling juga gerimis thok. Akhirnya saya langsung ngenet-berdiri di dingdong (itu loh, dingdong yang bisa buat ngenet) di CC barat. Lah kok hujannya tambah deres. Saya yang berdiri di depan ding-dong aja sampe basah. Aneh juga, padahal bulan Juli kan bukan musim hujan.

Tulisan Sebelumnya »